Home / Berita Bola / Menpora: Jaga Perdamaian Suporter, Hentikan Chant Rasialisme
agent taruhan bola

Menpora: Jaga Perdamaian Suporter, Hentikan Chant Rasialisme





Jakarta – Menpora Imam Nahrawi mendesak seluruh pihak berkomitmen sekaligus mengawal perdamaian suporter hari ini. Chant-chant berbau rasialisme harus mulai dihentikan.

Islah suporter telah resmi digelar di Audiotorium Senayan, Kamis (3/8/2017). Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari 99 suporter yang berasal dari klub suporter Sriwijaya FC, Persiba Balikpapan, PS TNI, Mitra Kukar Kalimantan Timur, Persis Solo, PSIS Semarang, Semen Padang, Arema Malang, serta PSM Makassar.

Jumpa suporter itu juga turut dihadiri Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, perwakilan dari Markas Besar Kepolisian RI, dan Menpora Imam Nahrawi.

Usai memberi sambutan, pertemuan itu pun merumuskan sebuah kalimat kesepakatan perdamaian suporter : “Kami sebagai bagian dari suporter klub sepak bola Indonesia sepakat untuk tetap menunjukkan loyalitas pada klub masing-masing dan menghormati matchday dengan tidak menunjukkan sikap permusuhan pada kelompok suporter yang lain dan masyarakat pada umumnya.”

Dari hasil rumusan ini, Menpora meminta agar seluruh pihak bisa berkomitmen sekaligus mengawal untuk mempertahankan supaya ke depannya tidak ada lagi persoalan bentrok antar suporter. Termasuk memulainya dari menghentikan chant-chant berbau SARA.

“Cukup, cukup, sahabat kita Ricko (Andrean) yang terakhir sebagai korban. Jangan ada lagi korban. Karenanya komitmen ini agar dijaga bersama dan pemerintah akan mengawal ini secara bersama-sama, jadi jika terjadi lagi maka komitmennya akan kami tagih. Tapi kami harus tegas untuk menegakkan regulasi,” kata Imam, usai acara.

“Mereka (klub suporter ini) nanti akan kembali ke klub masing-masing bertemu temannya, harus kabarkan ini bahwa kita saatnya melihat sepak bola sebagai alat pemersatu, hentikan chant-chant yang berbau rasisme. Jadi mereka kan jadi motor untuk temennya di daerah masing-masing.”

“Sedangkan kepada PSSI, federasi, kami harap untuk betul-betul menegakkan disiplin. Peraturan-aturan yang sudah dibuatnya, dan komite disiplin harus lebih tegas, menyumbang sanksi kepada siapapun tanpa pandang bulu bila mereka melanggar disiplin dan aturan-aturan yang berlaku,” tambahnya.

Menteri asal Bangkalan ini juga menegaskan jika acara ini ke depannya akan dilakukan secara rutin, kendati belum ditetapkan kapan intensitas waktunya.

“Kami akan laksanakan secara rutin, meskipun porsi berikutnya kami serahkan ke PSSI dan klub. Tapi jika ke depan pemerintah harus turun tangan, maka pemerintah akan turun tangan kembali. Tapi mestinya yang begini game over di federasi, karena kalau tidak nanti Kemenpora hanya (dianggap) memfasilitasi suporter sepak bola, padahal ada suporter olah tubuh lain,” ucap dia.

“Walau begitu ini adalah cara pemerintah mengingatkan federasi agar lakukan langkah-langkah cepat dan antisipatif, dan tentu penegakan terhadap regulasi yang mereka miliki dan tidak boleh pilih kasih.”

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengiyakan jika masih terjadinya kerusuhan suporter karena kurang becusnya organisasi yang dia pegang. Namun menurut Imam hal itu tidak bisa dibiarkan tetapi harus dibenahi bersam-sama.

“Tadi kan sudah diakui. Itu kan tadi pengakuan sendiri, tapi kami tidak boleh membiarkan dan kami harus bantu,” ujarnya.

(mcy/rin)


taruhan bola

Check Also

Gol Cepat West Ham yang Bikin The Blues Buntu

London – The Blues menelan kekalahan di markas West Ham United. Kebobolan gol dini membuat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Powered by Live Score & Live Score App